Rajapoker88

Mereka berburu dengan menunggu di tepi jalan tol


Jakarta - "Om telolet om… om… om... telolet dong om!" teriak anak-anak di tepi jalan raya di kawasan Salatiga, Jawa Tengah suatu sore. Teriakan mereka selalu diulang setiap kali lewat sebuah bus malam.

Tak jarang, sambil berteriak-teriak mereka lengah dengan keselamatan diri. Puluhan anak-anak yang minta "di-telolet-in" itu tanpa sadar melangkah agak ke tengah jalan raya. Tentu saja, sopir-sopir itu kemudian membunyikan klaksonnya.

"Telolet…telolet…"

Mendengar itu, anak-anak bersorak. Anak-anak yang sudah siap dengan ponsel berkamera, bahkan tak jarang mereka membawa ponsel berharga mahal itu sigap merekam laju bus dan bunyi klaksonnya. Untuk apa? Ternyata rekaman itu diunggah ke akun media sosial yang belakangan menjadi viral.

Bukan cuma di Salatiga, fenomena anak-anak pencari telolet ini terjadi pula di daerah lain. Terutama anak-anak di kawasan Pantura.

Di Yogya, anak-anak berumur belasan tahun gemar nongkrong di pinggir jalan menunggu bus yang mengeluarkan suara klakson berbunyi . Mereka pun berteriak "Om telolet om".
telolet
Puluhan anak kecil ini memegang gadget. Mereka menunggu bus-bus besar yang lewat membunyikan telolet dan mengabadikan dalam sebuah video. Satu di antaranya ada di Jalan Lingkar Utara Ring Road, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka melompat-lompat sambil membawa spanduk "Om telolet om".

Brahma, bocah Gayamsari, Semarang mengaku aksinya merekam klakson bus tersebut bisa mendatangkan kegembiraan dan juga kebanggaan jika suara telolet yang dibunyikan berbeda dengan yang dimiliki teman-temannya.

Ia mengaku berburu rekaman telolet selalu mengajak teman-temannya di kampung. Mereka berburu dengan menunggu di tepi jalan tol.

"Dulu awalnya pernah pake poster dan spanduk, trus sopir membunyikan teloletnya. Sekarang nggak. Tapi, beberapa bus masih membunyikan teloletnya kalau lewat sini," kata Brahma kepada Liputan6.com, di teras rumahnya, kawasan Kampung Tandang.

Brahma dan temannya berburu telolet relatif lebih aman, meskipun tetap berbahaya. Rumah mereka yang berada di atas jalan tol sangat mendukung aktivitas perburuan.

Bahagiakah mereka? "Nggak tahu. Bahagia itu apa. Tapi kami bergembira," kata Naufal, bocah asal Bawen Kabupaten Semarang.

Sementara, Dani Setyanugraha (11) pelajar kelas lima sekolah dasar dan beberapa teman bermainnya setia menunggu bus yang lewat. Saat bus lewat, Dani dan kawan-kawan serempak berteriak, "Om telolet om." Jika mujur, sopir bus akan memberikan hadiah klaksonnya.

"Dari tadi siang ngerekam telolet. Ini sudah dapat banyak video," ucap Dani girang.

Dani mengaku baru saja mencari di pinggir jalan. Tentu saja handphone-nya siap untuk merekam video Om Telolet Om. Dani mengaku tertarik untuk ikut berburu Om Telolet Om dengan beberapa kawannya yang sudah lebih dulu berburu video telolet.

"Lagi libur. Jadi bisa mainan cari telolet," tutur Dani.

Pun demikian Farel (8). Pelajar kelas dua SD ini bersama tetangganya berburu video Om Telolet Om di daerah dekat Terminal Jombor, Sleman, DIY. Ia pun sudah menyiapkan papan bertuliskan Om Telolet.

Tulisan itu sebagai penanda permintaan agar sopir mengeluarkan suara klakson telolet. Ia pun semringah saat papan diangkat ke atas dan mendapatkan hasilnya. Di sebelah utara jembatan layang Jombor, ia dan teman-temannya bergantian mengangkat papan itu.

"(Menulis) pakai (cat semprot) pilox. Terus minta tripleks dari tempat bapak. Dapat banyak tadi, Mas. Ada yang teloletnya panjang banget tadi," ujar bocah pemburu klakson bus telolet tersebut dengan nada penuh semangat.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.